Keliru Sendok Takar Obat???

Pernah minum sirup obat??? Pernah memberikan sirup obat kepada bayi / anak – anak??? Pernah memberikan sirup obat menggunakan sendok teh/sendok makan yang ada di rumah???

Dear moms/dads… Tahukah anda bahwa ternyata volume sendok teh/sendok makan yang tertulis dalam etiket/aturan pakai minum obat yang tertera pada dus/botol sirup obat berbeda dengan volume sendok teh/sendok makan yang ada di rumah kita?? Dalam bidang kesehatan, volume sendok teh (teaspoon) adalah 5 ml sedangkan volume sendok makan (tablespoon) adalah 15 ml.

berbagai ukuran sendok

berbagai ukuran sendok

Gambar diatas merupakan perbandingan antara sendok makan yang biasanya terdapat di rumah (kiri), sendok teh dengan volume benar – benar 5 ml (tengah) dan sendok teh yang biasanya ada di rumah (kanan). Berdasarkan hasil pengukuran pribadi, volume sendok makan kira – kira 8 – 10 ml tergantung pada kecekungan sendok sedangkan untuk sendok teh kira- kira 2,5 ml atau lebih tergantung bentuk dan kecekungan sendok… Saya belum menemukan sendok makan yang volumenya 15 ml. Sendok teh (gambar tengah) yang ukurannya 5 ml adalah sendok teh standar internasional atau sendok teh jaman nenek dulu (jaman Belanda), sendok teh sekarang cenderung lebih kecil.

Apa ruginya kalau minum obat dengan sendok yang nggak tepat?? Banyak dong….. Apalagi kalo yang minum obat adalah bayi/anak – anak. Pertama dan yang pasti, jika volume sendok yang digunakan lebih kecil dari volume yang seharusnya maka dosis obat yang masuk ke dalam tubuh juga lebih kecil dari seharusnya.. Akibatnya bisa berbagai macam mulai dari bayi/anak tidak mendapatkan manfaat dari obat, mendapat manfaat namun tidak optimal, tidak menunjukan kesembuhan/lama sembuhnya. Kemudian apabila sirup obat yang moms/dads berikan termasuk golongan antibiotika dan salah menggunakan sendok takar/sendok obat, hmmm… selain dosis obat yang kurang akan memberikan efek yang kecil/tidak ada, sehingga infeksi bakteri tidak akan tertangani dengan baik dapat pula mencetuskan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotika tersebut lho… yang mulanya seharusnya si bakteri mati setelah diberi antibiotika namun karena dosisnya kurang, bakterinya cuma pingsan aja… banyak bakteri yang bisa bertahan dan makin kuat, trus lama – lama nggak mempan lagi deh ama jenis antibiotika itu…

sendok teh 5 ml dan sendok takar 5 ml

Nah, untuk amannya, sebaiknya memberikan/minum sirup obat menggunakan sendok takar yang biasanya ada di dalam kemasan obat dan tanyakan kepada apoteker anda/pemberi obat seberapa banyak yang harus diminum dan berapa kali sehari. untuk bayi dan anak – anak yang lebih kecil, bisa menggunakan pipet tetes, selain ukurannya lebih akurat, juga memudahkan orangtua untuk memberikan obat pada bayi/anaknya…

sendok takar obat dan pipet tetes

About Febryana Larasanty

Halo... Nama saya Febryana Larasanty, selamat datang di web blog saya... Isinya ya macam - macam, berkisar mengenai perjalanan hidup saya sebagai seorang anak, wanita, istri, ibu dan seorang farmasis/apoteker. Semoga ada hal yang bermanfaat saat anda menemukan blog saya ini.
This entry was posted in Health. Bookmark the permalink.

2 Responses to Keliru Sendok Takar Obat???

  1. Dwi Nur Halimah says:

    bolehkah saya bertanya
    kenapa sendok takar jarang ada pada kemasan sirup??

    • kemasan sirup obat yang dikemas dalam kotak biasanya selalu menyertakan sendok takar dalam kemasannya, bila tidak dalam bentuk sendok mungkin bentuk pipet tetes atau cup takar. namun ada beberapa sirup yg tidak dikemas dlm kotak, dan tidak ada sendok takarnya. bila tidak ada sendok takar dlm kemasan, ibu bisa minta ke apotek/toko obat tempat ibu membeli sirup tsb. biasanya apotek/toko obat punya stok sendok takar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s